Panen Anggur Perdana di Wana Delima dan Kolaborasi Sinergis UMKM Menuju Indonesia Emas 2045

Panen Anggur Perdana di Wana Delima dan Kolaborasi Sinergis UMKM Menuju Indonesia Emas 2045

(Kulon Progo, 15 Juni 2024) – Sebuah langkah besar dalam mendukung dan memajukan UMKM di Indonesia telah diambil dengan dilaksanakannya kegiatan panen anggur perdana di Wana Delima Orchard dan Talkshow UMKM. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Roadshow to Harnas UMKM yang diorganisir oleh ABDSI DIY, setelah sukses dengan acara Kartinipreneur di UMBY dan Greenpreneur di UPNVYK, kini acara berlanjut dengan tema Ecopreneur di Pengasih, Kulon Progo.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pj Bupati Kulon Progo Ibu Srie Nurkyatsiwi, MMA, serta pejabat lainnya seperti Dandim Kulon Progo, Kapolres, Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Sekda Kulon Progo, kepala dinas terkait (Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian), jajaran Forkompimda dan pemerintah kapanewon Pengasih serta pemerintah kalurahan Sidomulyo.

Kegiatan dimulai dengan panen perdana anggur oleh Pj Bupati Kulon Progo, dilanjutkan dengan kunjungan ke Greenhouse Melon, sistem pengairan otomatis, serta peternakan ikan nila dan lele. Ketua DPW ABDSI DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema besar dari kegiatan road to Harnas UMKM, “UMKM Kuat Bangsa Berdaulat, UMKM Maju Berkemajuan Menuju Indonesia Emas 2045,” menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat kolaborasi dan sinergi antara berbagai stakeholder, konsorsium, ABDSI, dan pelaku UMKM dalam menumbuhkan ekonomi. ABDSI siap berkolaborasi melalui layanan Klinik Konsultasi Bisnis yang mencakup legalitas usaha, pemasaran, akses permodalan, digital marketing, rantai pasok, dan bisnis BUMDesa.

Pj Bupati Kulon Progo dalam sambutannya mengucapkan selamat atas panen perdana anggur di Wana Delima dan mendukung rangkaian kegiatan Road to Harnas UMKM oleh ABDSI DIY. Beliau berharap integrated farming ini dapat memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat sekitar. Karena Wana Delima berbadan hukum koperasi, beliau menyarankan untuk berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM guna mendapatkan pembinaan dan pengawasan. Beliau juga menekankan pentingnya integrasi dengan Kerjasama pentahelix, melibatkan stakeholder, pengusaha, offtaker, pasar, dan pendamping dari ABDSI untuk memastikan ketersediaan produk, kualitas, dan kuantitas terpenuhi. Beliau mengajukan pertanyaan penting yang harus dijawab dengan aksi, yaitu tentang kemampuan Wana Delima untuk memenuhi kebutuhan pasar selain kebutuhan sendiri.

Acara dilanjutkan dengan Talkshow UMKM yang bertema “Integrated Farming Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.” Talkshow ini menghadirkan narasumber Ibu Akhid Nuryati, SE (Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo), bu Iffah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo, Ir. Joko Triyono (Wana Delima), dan Prof. Dr. Ir. Bambang Suwignyo, MP, IPM, ASEAN Eng (Dosen Fakultas Peternakan UGM). Dipandu oleh moderator Agung Saputra (KOI DIY Jateng), talkshow ini menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi untuk memajukan UMKM dan koperasi serta menumbuhkan semangat kaum muda milenial untuk bertani. Dua komoditas utama dunia saat ini, pangan dan energi, harus menjadi fokus penting untuk pembangunan kemandirian Indonesia. Dengan modal alam yang luar biasa, penguatan sumber daya manusia dan teknologi menjadi kunci percepatan pencapaian tujuan tersebut.

Kegiatan ini bukan hanya sebuah acara seremonial, melainkan sebuah langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan mencapai Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Gelar UMKM Expo, music campursari dan tembang-tembang Koesplus. (ris.15062024)

Related Articles

Responses

WordPress Lightbox