Sejarah Hari UMKM Nasional

Sejarah Hari UMKM Nasional

Pada tahun 2016, Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) bersama dengan Working Group Pendamping KUMKM menyelenggarakan Temu Nasional Pendamping (TNP) ke-2 berlokasi di Sahid Rich Hotel Yogyakarta. Forum ini meruakan kanjutan dari TNP pertama sebelumya yang diselenggarakan di Hotel Santika Tasikmalaya pada tahun 2013.

Sejarah Hari UMKM Nasional

Pada penyelenggaraan Temu Nasional Pendamping ke-2 ini sekaligus diadakan Kongres UMKM yang diikuti ratusan pelaku dan pendamping UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir dalam Kongres tersebut dari Kementerian Koeprasi UKM yang diwakili oleh Deputi PRU. Kementerian Koordinator Ekonomi, Direktur PT Telkom M. Awalludin, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Penyelenggaraan TNP2 dan Kongres UMKM ini juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan pendukung (side event) antara lain 

  1. Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pendamping KUMKM, Kerjasama ABDSI-BNSP-LSP PI, Yogyakarta, 18-19 November 2015. Jakarta, 19-20 November 2015.
  2. Workshop kurasi produk unggulan. Kerjasama ABDSI-PUPUK-SMESCO-PLUT KUMKM DIY. Di Yogyakarta, 14 Desember 2015.
  3. Petisi: 12 Agustus sebagai Hari Kerja Nasional UMKM, Januari 2016.
  4. Pelatihan dan Sertifikasi Konsultan Bisnis: ABDSI-ICBC. Mataram, Maret 2016.
  5. FGD Donor Forum: MEI (Multi Stakeholders Entrepreneurship Initiative) kerjasama ABDSI-Kemenkop-SMESCO-PNM di Jakarta Maret 2016.
  6. Penyusunan buku Berbagi Pengalaman Pendampingan II: ABDSI, Januari-April 2016.
  7. Pra Konvensi SKKNI Pendamping KUMKM: Kemenkop-ABDSI, Mei 2016.
  8. Seminar Nasional: Peningkatan Kapabilitas UMKM dalam Mewujudkan UMKM Naik Kelas, 17 mei 2016 di UNS Surakarta

Forum nasional ini juga menghasilkan 4 dokumen penting dalam sejarah pengembangan UMKM Indonesia, yaitu (1) Piagam Yogyakarta; (2) Tri Dharma UMKM Indonesia; (3) Kode Etik Profesi Pendamping KUMKM; dan (4) Deklarasi Hari UMKM Nasional.

Dokumen dapat didownload di sini

Peserta Kongres UMKM dan Temu Nasional Pendamping dalam forum tersebut memandang bahwa berbagai inisiatif dalam pengembangan UMKM dirasakan masih berjalan masing-masing bahkan tumpang tindih, sehingga dibutuhkan pengingat akan pentingnya kolaborasi multi pihak. Oleh karena itu, dideklarasikanlah Hari UMKM Nasional sebagai momentum bersama untuk selalu mengingatkan tentang pentingnya kolaborasi dalam pengembangan UMKM.

Tim Perumus sekaligus deklarator mengajukan tanggal kelahiran Bapak Ekonomi Kerakyatan, Drs. Mohammad Hatta, 12 Agustus menjadi tanggal Hari UMKM Nasional. Berikut ini naskah lengkap Piagam Yogyakarta

PIAGAM YOGYAKARTA
“Sapta Upaya Memperkokoh Pilar-Pilar UMKM
untuk Akselerasi Kemandirian Bangsa”

Panca Upaya yang dirumuskan dalam Piagam Tasikmalaya 20 Juni 2013 secara nasional telah
memberi arah bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam tiga tahun
terakhir. Banyak pencapaian yang membanggakan, tetapi masih banyak hal yang perlu
penyempurnaan agar peranan strategis UMKM dalam perekonomian nasional khususnya untuk
mengatasi kesenjangan ekonomi dan kemiskinan tetap menjadi harapan dan tumpuan bagi
kemajuan dan kejayaan Indonesia di masa depan, khususnya menarik manfaat sebesar-besarnya
dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang niscaya cakupan dan jangkauannya akan terus
meluas di kemudian hari.

Di sisi lain, kemajuan teknologi digital yang berhembus semakin kencang, mendorong transformasi
di berbagai bidang kehidupan. Produk-produk baru akan dihasilkan dari kreativitas dan inovasi yang
terus berjalan, yang harus disikapi sebagai tantangan untuk menumbuhkan berbagai peluang bagi
peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM. Pentahelix Pilar-pilar UMKM adalah: Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Pendamping, dan Komunitas.

Pendamping UMKM sebagai ujung tombak pemberdayaan UMKM terbukti menjadi salah satu pilar
dalam pengembangan UMKM di Indonesia. Pengalaman kerjasama dengan pilar-pilar lain yang
semakin intensif dan mendalam, telah menumbuhkan harapan baru bahwa Pengembangan UMKM
akan semakin kokoh menuju kemandirian bangsa.

Karena itu, setelah mendengarkan pengarahan dari Menteri Koperasi dan UKM, paparan dari para
narasumber, serta pembahasan sidang 6 komisi beserta rapat pleno, maka peserta Kongres
Nasional UMKM dan Temu Nasional II Pendamping UMKM yang diselenggarakan di Yogyakarta
pada tanggal 25-26 Mei 2016 merumuskan “Sapta Upaya Memperkokoh Pilar-Pilar UMKM untuk
Akselerasi Kemandirian Bangsa” sebagai berikut:

1. Upaya memperkokoh pilar-pilar UMKM perlu dilandasi dengan ideologi kemandirian bangsa
dan dilakukan secara partisipatif, akseleratif, terpadu dan berkelanjutan untuk menghadapi
persaingan di tataran global.

2. Pengembangan UMKM yang melibatkan banyak pihak dari berbagai sektor membutuhkan
sinergi dan kolaborasi yang bisa dibangun melalui forum kewirausahaan multi-pihak
(multistakeholder entrepreneurship initiative).

3. Sebagai upaya akselerasi kemandirian bangsa melalui peningkatan peran UMKM maka
diperlukan suatu Lembaga khusus, yang mampu melakukan koordinasi dan konsolidasi
lintas sektoral secara memadai dan berjangkauan luas dari Pusat hingga Daerah.

4. Agar lebih membangun eksistensi dan kinerja UMKM, maka peserta Kongres Nasional
UMKM dan Temu Nasional II Pendamping telah mendeklarasikan tanggal 12 Agustus
sebagai HARI UMKM, yang akan menjadi focal event berbagai kegiatan pengembangan
UMKM nasional secara periodik. Pilihan tanggal ini merupakan penghargaan kepada Bapak
Ekonomi Kerakyatan, Bung Hatta, yang lahir pada 12 Agustus 1902.

5. Menggerakkan semua pilar UMKM guna akselerasi Gerakan UMKM Naik Kelas dengan
indikator kinerja yang terukur.

6. Mendorong semua pihak untuk memperkuat UMKM agar memperoleh manfaat terhadap
teknologi, inovasi, dan ekonomi digital guna mewujudkan Visi Indonesia sebagai digital
ekonomi terbesar tahun 2020.

7. Peran Pendamping UMKM perlu lebih fokus dan profesional untuk meningkatkan kualitas, dengan memanfaatkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), didukung
dengan Kode Etik Pendamping UMKM yang menjadi pijakan dasar dalam menjalani profesi, yang dinaungi oleh kelembagaan Pendamping UMKM Terakreditasi.

Berbagai usulan yang disepakati dalam Rapat Komisi dan Rapat Pleno, merupakan bagian tak
terpisahkan dari Piagam ini.

Yogyakarta, 26 Mei 2016
Atas Nama Peserta Kongres Nasional UMKM dan
Temu Nasional II Pendamping UMKM 2016:

1. Samsul Hadi
2. Tika Noorjaya
3. Cahyadi J. Sukmono
4. Early Rahmawati
5. Heru Irianto
6. Rommy Heryanto
7. Widya Wicaksana
8. Sapto T. Poedjanarto
9. Iwan Setiawan
10. Teuku Irham
11. Amir Panzuri
12. Muhammad Fahmi
13. Lilis Solehati
14. Bahrul Ulum Ilham
15. Siti Nur Maftuhah

Artikel Terkait

Beri komentar

WordPress Lightbox